Jumat, 22 Februari 2013

[REVIEW] Rain Over Me

Diposkan oleh Dita di 21.09
Judul: Rain Over Me
Penulis: Arini Putri
Penerbit: Gagas Media
Tahun: Januari 2012
Halaman: 360
ISBN: 979-780-525-5


Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.

Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu—di antara kita—aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.

Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar bahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu—tapi..., bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?
***

Sejak Kim Hyu-Bin kehilangan ibunya, dia menjadi anak yang bermasalah. Hampir setiap hari badannya, terutama wajahnya, biru lebam karena berkelahi. Ditambah lagi dengan sikap ayahnya yang seolah tak peduli padanya. Perhatian kecil dari ayahnya seperti mencium keningnya sebelum tidur pun tak pernah dirasakan Kim Hyu-Bin sepeninggalan ibunya.

Sampai hari itu tiba. Ayah Kim Hyu-Bin duduk di meja makan dengan pakaian yang rapi. Senyum yang sudah lama tak ia lihat pun bertengger di wajah ayahnya. Hampir saja Hyu-Bin memeluk ayahnya kalau saja wanita dan gadis itu tidak ada di meja makan bersamanya.

Wanita itu, Farah, akan menjadi ibu Hyu-Bin. Pada awalnya, Hyu-Bin tidak setuju. Tetapi, setelah Yuna—anak Farah—memperkenalkan diri padanya, meyakinkan Hyu-Bin bahwa semua akan baik-baik saja, menenangkan Hyu-Bin dengan mata bening dan senyum cerianya, Hyu-Bin merasa Yuna adalah malaikat kecilnya.

Hyu-Bin tidak lagi memedulikan teman yang mengajaknya berkelahi. Hyu-Bin merasa kekosongannya telah diisi oleh celotehan ceria Yuna dan kasih sayang dari ibu Farah. Hyu-Bin sangat bahagia. Terlebih saat melukis sambil menatap langit sore setiap hari bersama Yuna.

(bab: pain)
*terharuuu*

Tapi, hidup tak selalu bahagia. Yuna dan ibunya harus kembali ke Indonesia karena eyang yang berada di Solo sakit. Eyang ingin bertemu Yuna.

Hyu-Bin marah. Ia tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Hyu-Bin kembali menjadi anak yang bermasalah sampai ia duduk di bangku universitas.

Ayah Hyu-Bin lama-lama kesal dengan kelakuan Hyu-Bin yang tidak dewasa. Ia menyuruh Pelayan Shin untuk membawa Hyu-Bin ke salah satu restorannya, Little Kim's Restaurant. Hyu-Bin dipaksa untuk bekerja disana. Menjadi seorang pelayan.

Hyu-Bin kesal. Bagaimana bisa ayahnya menjadikannya babu di tempat miliknya sendiri? Ditambah lagi dengan tatapan benci yang sarat permusuhan dari Han Chae-Rin, satu-satunya pelayan wanita disana.

Sekarang, Hyu-Bin sekali lagi menerima permintaan ayahnya. Menjemput tamu ayah di bandara. Hyu-Bin tidak habis pikir. Bukankah ayahnya bisa meminta pelayannya untuk menjemput tamunya di bandara? Hyu-Bin bahkan tidak diberi tahu siapa yang akan dijemputnya.

Hyu-Bin lelah mencari dengan penuh kekesalaan. Dan detik itu pun tiba. Yuna ada di depannya, terseok-seok karena roda koper yang rusak. Hyu-Bin ingin membelai rambut Yuna. Tapi dia tidak bisa melakukannya lagi. Yuna berbeda dengan jilbab itu. Tapi masih tetap sama dengan senyum dan mata beningnya. Hyu-Bin tersadar, dia merindukan Yuna.

Sejak kedatangan Yuna, konflik hati bermunculan. Antara Hyu-Bin, Yuna, Chae-Rin, dan Jeon-Seuk.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Libra_Line Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting