Sabtu, 26 Januari 2013

Yamada Ryosuke FanFict Part 1

Diposkan oleh Dita di 08.42

I want tribute this story for celebration Yama Birthday “Otanjoubi Omedetou Gozaimasu” ^.^ [Cix]

"Nee-chan, apa yang kau lakukan?" Yamada berteriak keras. Dia bertolak pinggang dan mengarahkan tatapan tajamnya ke arah Chihiro. Kakak perempuannya.
"Dare? Aku tidak sedang melakukan apa-apa?" Jawabnya dari balik laptop.
"Gzzz! Sudahlah tidak perlu memasang tampang seperti itu? Cepat katakan. Siapa korban mu kali ini??" Yama melangkah masuk ke kamar kakaknya. Dia berjalan menghampiri tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya disana.
Chihiro membelalakan matanya. "Kau sudah tau?" katanya terlihat kaget.
"Tentu saja! Kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan selama ini?"
Chihiro menatap bola mata adikny itu hati-hati. "Lalu? Kau tidak marah?" Tanyanya lagi
"Sedikit!" jawabnya cuek
"Benarkah?"
Yama mengarahkan tatapan dinginnya ke Chihiro. Hanya sesaat sebelum akhirnya dia menghela nafas pelan "Aku benar-benar sangat sibuk minggu ini. Ada banyak acara Live yang harus aku hadiri. Beritahu padanya. Aku akan menemuinya minggu depan"
"Hontou?" Kedua mata Chihiro terbelalak lebar
"Hari minggu. Jam 5 sore di taman tokyo"
"Kyaaa! Ryo-chan. Kau benar-benar adik ku yang paling manis" katanya sambil memeluk erat yama. Di acak-acaknya rambut adiknya itu.
"Gzzz! Hentikan nee-chan" Yama berusaha melepaskan pelukan kakaknya. "Kau tau? Aku bukan anak kecil lagi! Mengerti?" Yama nyaris berteriak saat mengatakan itu.
Chihiro terlihat sangat kaget dan segera melepaskan rangkulannya
"Doushita ne Ryo-chan? Apa ada yang salah dengan perkataan ku tadi?" Chihiro terlihat sangat bingung dengan respon yang tiba-tiba diberikan adiknya itu.
"Hah!" Desah Yama pelan. Dia berdiri dan membelakangi kakaknya  "Sudahlah. Aku lelah Nee-chan! Aku mau kembali ke kamar dulu. Ja-" Yama berjalan keluar kamar. Meninggalkan Chihiro yg masih terdiam dikamarnya.
Chihiro hanya terpaku memperhatikan adiknya itu keluar kamar. Dahinya berkerut rapat. "Ada apa dengannya? Apa mungkin dia memang sedang jenuh dengan jadwal syutingnya?” Chihiro terlihat khawatir. Sebelum kedua alisnya terangkat dan semburat senyum tersungging di bibirnya.
“Lupakan soal si pendek satu itu! Sebaiknya, aku segera menelpon anak itu sekarang. Ah iya? Apa dia sudah pulang ya?" Chihiro beranjak mengambil ponsel lalu mengetikan sederet kalimat dalam bentuk pesan singkat.
"Tidak-tidak!” Chihiro menghentikan tangannya diudara. “Sebaiknya aku menemui dia langsung dan menceritakan semua ini padanya. Pasti dia sangat senang!" Katanya dengan senyum lebar.
¤¤¤
"Yama-chan!!!"
Yama melongok kebawah jendelanya. Ternyata Chinen tengah berdiri dibawah. Meneriakkan namanya sambil melambaikan tangan kearahnya.
"Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini, Chi?
Yama memperhatikan weker kecil yang sudahmenunjukkan hampir pukul 10 malam disudut kamarnya. Sebelum dia  kembali menatap Chinen yang masih berdiri dibawah.
"Kau sendiri?" Chinen balik bertanya. "Apa yang sedang kau lakukan? Sendirian menatap bintang dimalam hari. Apa kau sedang memikirkan sesuatu? Atau ... memikirkan seseorang?" chinen tersenyum geli kearah yama.
"Uso! Apa yang ada dipikiran mu sekarang, hah?"
Chinen hanya mengangkat bahunya ke atas. "Uhm... Entahlah! Menurut mu??" Chinen kembali menunjukkan senyumnya.
Mau tak mau yama menyunggingkan senyumnya juga.
"Hey! Naiklah keatas. Kau tidak ingin para penggemar mu menyergap mu tiba-tiba kan kalau  mereka tau seorang chinen yuri tengah berada di jalan sendirian seperti ini?"
"Hahahaa... Itu tidak akan terjadi kalau kau tidak menyebarkan info itu dengan cara berteriak!"
"Tentu saja aku pasti tidak akan melakukannya. Ayo! Naiklah keatas."
¤¤¤
"Jadi begitu? Aq rasa kakak mu sangat menyenangkan?" Chinen menjawab sambil mengunyah takoyaki yang tadi dia beli di pinggir jalan.
"Apa maksud mu? Tidak kah kau berpikir bahwa dia sangat menyebalkan?"
"Tidak juga!" Jawab chinen. "Aku malah berpikir bahwa kau sangat beruntung memiliki kakak seperti itu"
"Ehh? Kau berkata seperti itu bukan karena kau menyukainya kan?"
"Uhm... Mungkin!"
"Nani?" Kedua bola mata yama nyaris keluar. "Chi... Kau?"
"Hahaahaa, omae ga?" Chinen tertawa sambil memegangi perutnya. "Baka! Sudah pasti aku menyukai kakak mu itu. Tentu saja sebagai seorang nee-chan buat ku"
"Maksud mu?"
"Hah! Kau ini" chinen menjatuhkan tangan kanannya di bahu yama.
"Tidak kah kau pikir kalau kau ini adalah lelaki paling beruntung di dunia ini?"
yama menatap chinen sesaat.
"Kau tidak hanya mempunyai fans-fans yang sangat memperhatikan mu. Selain keluarga yg begitu menyayangimu. Kau juga punya seorang kakak yang begitu sangat memperhatikan mu. Lebih dari yang kau tahu"
"Apa maksud perkataanmu ini?"
"Hah? Kau ini, berapa sih umur mu?"
"Hey! Tidak sopan! Kau bertanya seperti itu kepada orang yang jelas-jelas lebih tua 6 bulan dari mu"
"Ah kau benar! Apa sebaiknya mulai sekarang aku memanggilmu 'yama senpai' ya.” Chinen terlihat tengah mmeikirkan omngannya. “ Bagaimana kedengarannya?" Chi menyunggingkan senyum manisnya.
"Berani kau memanggil ku seperti itu?!"
"Kenapa tidak? Aku rasa member yang lain tidak akan keberatan dengan nama panggilan baru mu itu"
"Hah! Kau ini. Sudahlah hentikan. Aku sedang tidak ingin bercanda sekarang"
Chinen menghentikan tawanya diganti dengan pertanyaan singkat. Ekspresinya berubah.
"Sudahlah tidak perlu kau cemaskan. Aku yakin dia yang disana itu akan baik-baik saja"
"Hey Chi! Kata-kata mu itu menunjukkan seolah-olah kau mengetahui semuanya? Jangan-jangan kau ..."


To Be Continue...
Copy Right own by Cix

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Libra_Line Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting