Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

Ilmuan Jepang Ciptakan Sel Khusus Pembunuh kanker

Diposting oleh Dita di 07.18 0 komentar
Jakarta, Hingga kini kanker bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang hampir tak ada obatnya alias sulit disembuhkan. Berbagai pengobatan yang sudah ada pun hanya bertujuan mengurangi kemampuan sel 'jahat' kanker untuk berkembang biak. Namun baru-baru ini tim peneliti dari Jepang menemukan pengobatan kanker baru dengan memanfaatkan sel T yang diklaim dapat membunuh kanker untuk pertama kalinya.

Sebenarnya secara alami sel T atau bagian dari sel darah putih yang berperan utama dalam sistem kekebalan sel sudah terdapat di dalam tubuh setiap orang tapi jumlahnya kecil. Oleh karena itu peneliti menduga dengan menyuntikkan sel T tambahan dalam jumlah besar ke tubuh pasien maka upaya itu dapat memperkuat sistem kekebalan sel dan tubuh secara menyeluruh untuk melawan kanker.

Untuk membuat sel spesifik yang disebut dengan limfosit T pembunuh (killer T lymphocytes) ini, awalnya tim peneliti harus memprogram ulang limfosit T yang memiliki spesialisasi membunuh beberapa jenis kanker tertentu menjadi jenis sel lain yang disebut induced pluripotent stem cells (sel iPS). Sel-sel iPS inilah yang menghasilkan limfosit T spesifik kanker.

Kendati begitu, studi sebelumnya menemukan limfosit T pembunuh yang dihasilkan di dalam laboratorium dengan menggunakan metode konvensional dianggap kurang efisien dalam membunuh sel-sel kanker karena masa hidupnya yang sangat pendek sehingga penggunaan limfosit T pembunuh untuk pengobatan kanker menjadi terbatas.

Beruntung peneliti telah mengantisipasi kendala itu. Untuk mengatasinya, tim peneliti dari RIKEN Research Centre for Allergy and Immunology yang dipimpin Hiroshi Kawamoto ini pun memprogram ulang limfosit T pembunuh pada orang dewasa menjadi sel-sel iPS dan mengamati bagaimana sel-sel ini terdiferensiasi. Caranya dengan memapari limfosit T pembunuh dengan 'faktor Yamanaka' atau sekelompok senyawa yang menginduksi sel-sel agar kembali ke tahap non-spesialisasi.

Kemudian sel-sel iPS yang diperoleh dari proses itu ditumbuhkan di dalam lab dan diinduksi agar dapat berdiferensiasi menjadi limfosit T pembunuh. Jenis limfosit T baru ini pun telah terbukti spesifik dengan limfosit asli yang ada pada beberapa jenis kanker kulit yang sama.

Tak hanya itu, peneliti juga mempertahankan reorganisasi genetik selnya dan membuat limfosit T pembunuh ini mampu mengekspresikan reseptor kanker spesifik pada permukaan 'tubuhnya'. Limfosit T baru ini juga diketahui aktif memproduksi senyawa anti-tumor.

"Kami telah berhasil mengembangkan sel-sel T spesifik antigen dengan membuat sel-sel iPS dan mendiferensiasikan mereka untuk kembali menjadi sel T yang fungsional," tukas Dr. Kawamoto seperti dilansir dari Daily Mail, Sabtu (5/1/2013).

"Langkah selanjutnya adalah menguji apakah sel T ini dapat membunuh sel-sel tumor secara selektif, tidak dengan sel-sel lainnya di dalam tubuh. Jika mereka bisa melakukannya maka sel-sel ini dapat disuntikkan langsung ke dalam tubuh pasien untuk terapi. Bahkan hal ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat," lanjutnya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Cell Stem Cell.(vit/vit)   


Cara Mencegah Kelebihan Lemak dalam Perut

Diposting oleh Dita di 07.15 0 komentar

Jakarta - Lemak berlebih pada perut seringkali membuat wanita tidak percaya diri karena menganggap tampilannya kurang sempurna. Bukan hanya soal penampilan fisik, lemak perut atau belly fat juga sering diasosiasikan dengan gangguan kesehatan serius seperti jantung, paru-paru serta ginjal. Apa sebenarnya lemak perut itu dan bagaimana mencegahnya?

Menurut Dokter Endrokrinolog dan Spesialis Antiaging Dr. Deepak Chaturdevi, lemak perut atau istilah medisnya abdominal obesity adalah kelebihan lemak yang terbentuk di area perut. Lemak ini bisa terjadi pada setiap orang dengan berbagai usia, pria maupun wanita.

Penyebab terjadinya lemak perut belum diketahui secara pasti, tapi bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetis. Artinya, lebih rentan terjadi pada mereka yang orangtuanya juga memiliki kelebihan lemak di perut. Faktor lainnya karena menurunnya sensitivitas insulin, merokok, konsumsi junk food, kebiasaan makan larut malam, stres, pencernaan yang tidak lancar atau masalah pada usus.

Ketika sudah terjadi penumpukan lemak di perut, akan sedikit sulit menghilangkan atau menguranginya. Diperlukan komitmen tinggi untuk diet sehat dan olahraga teratur. Pada kondisi tertentu, lemak bahkan perlu diangkat dengan bedah plastik.

Namun bagi Anda yang belum terlanjur memiliki lemak perut berlebih, ada cara untuk mencegahnya. "Bukan sekadar latihan fisik, tapi yang terpenting adalah apa yang Anda makan; diet yang tepat itu wajib bila Anda ingin menghindari abdominal obesity," tutur Dr. Deepak, seperti dikutip dari Health Me Up.

Dia menambahkan, "Abdominal obesity berarti level insulin dan hormon stres tinggi. Jika Anda mengalami kelebihan lemak pada perut, jelas mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang salah pada sistem tubuh dan Anda perlu memperbaikinya dengan cara yang tepat untuk menghindari gangguan kesehatan."

Ini beberapa cara yang harus Anda lakukan agar tubuh jauh dari kelebihan lemak perut untuk selamanya:
- Minumlah banyak air putih setiap hari. Air adalah 'obat' alami yang ampuh untuk membuang racun-racun, termasuk lemak berlebih.
- Makanlah tepat waktu. Kunyah makanan dengan perlahan sebelum menelannya. Perut akan lebih mudah menerima makanan yang sudah dicerna dalam mulut dengan baik. Kebiasaan mengunyah makanan dengan perlahan kecil kemungkinannya menimbun berat berlebih.
- Kurangi minuman bersoda karena mengandung banyak gula yang berpotensi menimbun lemak. Akan lebih sehat jika mengonsumsi air lemon.
- Makan lebih banyak buah dan sayuran segar yang kaya akan serat.
- Konsumsi makanan dengan porsi kecil, dan makan setiap 3-4 jam.
- Hindari makan terlalu malam.
- Lakukan latihan fisik minimal 45 menit setiap hari. Tidak harus olahraga atau fitnes di gym. Cukup dengan memperbanyak gerak dalam keseharian Anda.
- Tidur yang cukup di malam, sedikitnya 7-8 jam sehari.
- Konsumsi makanan rendah lemak.
- Cek level kolesterol secara rutin, minimal satu tahun sekali.
- Kontrol berat badan Anda.(hst/rma)
 
sumber: wolipop.com
 

Libra_Line Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting